A.
Manajemen Produksi
Manajemen produksi adalah salah satu cabang manajemen
yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu
barang dan jasa. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan
yang berhubungna dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa
yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen
produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses
produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
B.
Kegiatan Manajemen Produksi yang memikirkan pelestarian lingkungan dengan
mengurangi efek polusi, diantaranya :
- Amerika Serikat memberlakukan undang-undang mengenai penyertaan laporan Analisis Dampak Lingkungan untuk proyek-proyek besar berlaku 1 Januari 1969, yaitu National Environtmental Policy Act ( NEPA ), yang merupakan reaksi atas kerusakan lingkungan akibat pencemaran pestisida, limbah industri, rusaknya habitat tumbuhan dan hewan langkah.
- Indonesia memberlakukan undang-undang No. 4 Tahun 182 tentang Ketentuan-Ketentuan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelaksanaannya diatur Peraturan pemerintah No. 29 Tahun 1986 yang berlaku 5 Juni 1987.
- Tahun 1994 diterbitkan keputusan Mentri Negara Lingkungan Hidup, yaitu KEP-12/MENLH/3/1994 tentang Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Kemudian terbit lagi Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dilanjutkan dengan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tetang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Jenis rencana usaha dan kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL diputuskan oleh Mentri Lingkungan Hidup pada PP No. 17 Tahun 2001.
- Masyarakat dunia telah memikirkan secara bersamaan mengenai isu kerusakan lingkungan hidup pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Manusia dan Lingkungan di Stockholm tahun 1972. Pada tahun 1992 di Rio de Janeiro dilakukan KTT Bumi yang berisi tentang lingkungan dan pembangunan, dimana kerusakan lingkungan disebabkan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Kemudian pada tahun 2002 dilakukan KTT Pembangunan Berkelanjutan [ World Summit on Sustainable Dvelopment (WSSD) ] di Johannesburg yang menghasilkan Agenda 21, yang kemudian menghasilkan kesepakatan rencana tindak kegiatan yang disepakati dunia untuk memecahkan masalah lingkungan dan pembanguna dengan fokusnya yaitu air, energi, kesehatan, pertanian, dan keanekaragaman hayati harus peduli terhadap lingkungannya.
C.
Variabel
Yang Harus Dipertimbangkan Oleh Pengusaha Untuk Memilih Lokasi Pabrik
1.
Tenaga Kerja
Pastikan terdapat tenaga kerja yang dibutuhkan oleh
perusahaan dari segi pendidikan, kemampuan, skill, minat, dan sebagainya dengan
harga yang mampu dan bisa dibayar perusahaan. Adanya pendidikan dan pelatihan
dapat meningkatkan kinerja para pegawai / buruh.
2.
Ketersediaan Bahan Baku
Bahan baku sangat vital dibutuhkan perusahaan untuk
menjalankan kegiatan operasionalnya. Semakin dekat pada sumber bahan baku akan
semaking menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi.
3.
Letak Pasar atau Konsumen yang Dituju
Untuk produsen barang kebutuhan sehari-hari akan
sangat menguntungkan jika berada tidak jauh dari target market yang dibidik.
Biaya dapat dipangkas dari cost pengiriman produk atau barang.
4.
Sarana dan Prasarana
Pastikan hal-hal mendasar yang menunjang kegiatan
bisnis dapat tersebia secara terus-menerus seperti listrik, air, jalan,
transportasi, perumahan, dan lain sebagainya
5.
Faktor Eksternal
Kondisi sosial budaya, hukum, iklim, dan lain-lain
yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan nantinya.
Variabel itu penting, karena untuk
menentukan keberhasilan perusahaan hubungannya dengan biaya operasi, harga
jual, serta kemampuan perusahaan untuk bersaing di pasar.
D.
Informasi
Yang Dapat Diambil Dari Laporan Akuntansi
1) Pemilik/
Owners/ Investor
Pemilik
perusahaan tentu menginginkan dana yang ditanamkannya dapat berkembang. Oleh
karena itu pemilik perusahaan selalu mengevaluasi hasil kegiatan perusahaan
dari waktu ke waktu dan mengevaluasi posisi keuangan perusahaan pada suatu
periode tertentu. Di sinilah, informasi akuntansi sangat membantu para pemilik
perusahaan untuk mengambil keputusan apakah ia akan tetap menanamkan modalnya,
menambah modal, mengurangi atau justru menarik modal yang telah ditanamkan
dalam perusahaan. Adapun untuk para calon pemilik perusahaan akan menggunakan
informasi akuntansi sebagai tolok ukur tingkat keuntungan yang akan diterimanya
bila ia membeli saham perusahaan tertentu.
2) Kreditur
Kreditur
membutuhkan informasi akuntansi untuk menilai kemampuan debitur atau calon
debitur untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok pinjaman dan bunganya.
Kemampuan untuk mengembalikan pinjaman ini sangat tergantung pada besarnya
keuntungan (laba) dan arus kas yang dihasilkan dari kegiatan operasi perusahaan
debitur. Melalui analisis laporan keuangan perusahaan debitur, kreditur dapat
mengetahui kondisi di atas.
3) Karyawan
Karyawan berkepentingan
untuk mengetahui informasi akuntansi, khususnya informasi profitabilitas dan
stabilitas perusahaan dimana mereka bekerja karena kelangsungan hidupnya sangat
tergantung kondisi perusahaan tersebut termasuk pula jaminan hidup setelah
mereka pensiun. Akuntansi dapat memberikan informasi yang diperlukan oleh
karyawan tersebut.
4) Pelanggan
Pelanggan
mempunyai kepentingan dengan informasi akuntansi, yaitu mengenai kelangsungan
hidup perusahaan terutama mereka yang sangat membutuhkan produk produk
perusahaan dalam jangka panjang dan sulit untuk digantikan oleh produk
perusahaan lainnya.
5) Pemerintah
Salah satu
sumber pendapatan pemerintah adalah dari sektor pajak. Perusahaan merupakan
salah satu wajib pajak. Pemerintah berkepentingan untuk memperoleh informasi
akuntansi yang dapat digunakan untuk menetapkan jenis pajak dan besarnya
kewajiban pajak yang harus ditanggung dan dibayar oleh perusahaan tersebut.
Selain untuk kepentingan pajak, informasi akuntansi dibutuhkan oleh pemerintah
untuk :
i)
Ketaatan perusahaan terhadap peraturan-peraturan yang
telah ditetapkan, misalnya tentang pemberian Upah Minimum Regional (UMR).
ii)
Penetapan kebijakan tertentu
iii)
Pemasok
Pemasok atau supplier berkepentingan untuk mengetahui
kemampuan perusahaan untuk memenuhi utang atas pembelian barang atau jasa dari
mereka pada saat jatuh tempo. Informasi akuntansi dapat memberikan (gambaran)
tentang besarnya aset lancar yang dapat menjamin pembayaran utang utang di
atas.
6) Manajer
Manajer adalah
orang yang diberi wewenang oleh pemilik untuk mengoperasikan perusahaan. Untuk
itu manajer membutuhkan informasi akuntansi guna perencanaan dan pengendalian
operasi perusahaan. Bagi manajemen, akuntansi mempunyai beberapa manfaat
berikut ini :
·
Melindungi Harta Perusahaan
Laporan akuntansi menunjukkan posisi keuangan perusahaan
dari waktu ke waktu sehingga mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang akan melakukan
korupsi maupun manipulasi.
·
Menyusun Rencana Kegiatan Perusahaan yang Akan Datang
Anggaran merupakan rencana kegiatan yang dinyatakan
dalam satuan uang, yang menjadi panduan perusahaan untuk melakukan kegiatannya
di masa yang akan datang.
·
Mengukur Laba Perusahaan dalam Periode Tertentu
Adanya laporan akuntansi yang menunjukkan besarnya
penghasilan perusahaan dan biaya-biaya yang ada, maka dapat diketahui besarnya
laba atau kerugian perusahaan. Perusahaan memperoleh laba jika penghasilan
perusahaan lebih besar daripada biaya-biaya. Sedangkan jika penghasilan lebih
kecil dari biaya-biaya yang ada maka perusahaan mengalami kerugian.
·
Mengawasi Kegiatan Perusahaan
Dengan berpedoman pada rencana yang ditetapkan,
manajemen dapat mengukur efektifitas dan efisiensi produksi, prestasi
manajemen, dan sebagainya. Adapun hasil pengawasan dianalisis untuk menentukan
ketidakberesan yang menyebabkan target perencanaan tidak dapat dicapai. Dengan
demikian akuntansi mempunyai peran dalam perencanaan sekaligus pengawasan
ataupun pengendalian
7) Masyarakat
Laporan keuangan dapat menyediakan
informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan
serta rangkaian aktivitasnya. Informasi akuntansi ini berguna untuk menilai
kontribusi perusahaan terhadap ekonomi nasional misalnya jumlah orang yang
dipekerjakan, jumlah modal yang
ditanamkan dalam perusahaan.
E.
Pentinganya
Laporan Keuangan Dalam Fungsi Manajemen Sebuah Perusahaan
Ø Memaksimalkan
keuntungan : seorang manajer keuangan tidak menjamin keuntungan dalam jangka
waktu yang panjang sebab ketidakpastian bisnis tetapi perusahaan bisa
mendapatkan keuntungan yang maksimal bahkan dalam jangka waktu yang panjang
apabila manajer keuangannya mengambil suatu keputusan keuangan yang tepat serta
menggunakan keuangan perusahaan dengan baik.
Ø Menjaga arus
kas (cash flow) : suatu perusahaan harus mempunyai arus kas yang sesuai guna
membayar biaya kebutuhan perusahaan sehari-hari seperti pembelian bahan baki,
pembayaran gaji karyawan, sewa, dan sebagainya. Arus kas atau cash flow yang
baik tentunya akan meningkatkan keberhasilan perusahaan
Ø Mempersiapkan
struktur modal : seorang manajer keuangan harus dapat memutuskan rasio antara
pembiayaan yang dimiliki dan keuangan yang dipinjam agar dapat seimbang.
Ø Pemanfaatan
keuangan yang tepat : manajer keuangan harus bisa memanfaatkan keuangan secara
optimal dan perusahaan harus tidak berinvestasi keuangan perusahaan dalam
proyek yang tidak menguntungkan bagi perusahaan.
Ø Memaksimalkan
kekayaan : jadi seorang manajer keuangan mencoba agar agar memberikan dividen
yang maksimal kepada pemegang saham dan berupaya dalam meningkatkan nilai pasar
saham sebab nilai pasar saham secara langsung berkaitan dengan kinerja
perusahaan
Ø Meningkatkan
efisiensi : manajemen keuangan mencoba meningkatkan efisiensi semua departemen
perusahaan. Distribusi keuangan yang tepat dalam semua aspek akan meningkatkan
efisiensi seluruh perusahaan
Ø Kelangsungan
hidup perusahaan : perusahaan harus dapat bertahan hidup pada dunia bisnis yang
kompetitif seperti sekarang ini. Seorang manajer keuangan harus berhati-hati
saat membuat keputusan keuangan sebab apabila salah dalam mengambil keputusan
bisa saja perusahaan bangkrut atau merugi
Ø Mengurangi
resiko operasional : manajemen keuangan juga mencoba dalam mengurangi resiko
operasional. Terdapat banyak resiko ketidakpastian dalam bisnis namun seorang
manajer keuangan harus bisam mengambil langkah tepat agar dapat mengurangi
resiko ini.
Ø Mengurangi
biaya modal : manajer keuangan harus dapat merencanakan struktur modal
sedemikian rupa agar biaya modal dapat di minimalkan
http://alief-sucia.blogspot.com/2016/11/tugas-6.html (25 November 2018)