PertumbuhanEkonomi adalah suatu proses dimana meningkatnya pendapatan tanpa mengaitkannya dengan tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat pertumbuhan penduduk umumnya sering dikaitkan dengan pembangunan ekonomi atau dengan kata lain ialah bertambahnya pendapatan nasional dalam periode tertentu misalnya dalam satu tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi menunjukan peningkatan dari kapasitas produksi maupun jasa dalam kurun waktu tertentu.
Penyebab Perekonomian Indonesia Masih Banyak Diwarnai Dengan Pengangguran
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap pengangguran. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya mendapat pekerjaan. Sehingga mereka yang kurang keterampilan tidak bisa mendapatkan pekerjaan tetap yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Akhinya pengangguran itu terus berlanjut sampai ada pihak yang meminta mereka untuk melakukan suatu pekerjaan. Pekerjaan itu pun hanya sementara, tak tentu seberapa lama waktunya. Sebenarnya jika mereka terampil atau mempunyai bakat, mereka dapat mengembangkannya melalui sebuah "usaha" yang dapat merubah nasib diri sendiri dan orang lain yang senasib dengannya. Mengapa mereka tidak sekolah sampai sarjana ? Biaya yang memonitori itu semua. Padahal, ketiadaan biaya itu masih bisa diatasi jika mereka selalu optimis dan semangat dalam mengejar itu semua. Seperti kata pepatah "Banyak jalan menuju Roma". Sebagian besar orang-orang yang menganggur itu akibat rendahnya tingkat pendidikan mereka. Kebanyakan pekerjaan-pekerjaan yang diinginkan oleh mereka itu harus dilatar belakangi oleh tingginya tingkat pendidikan. Dan akibatnya, mereka pun tak bisa mencapai itu semua. Kalau pendidikan itu dapat menjamin, tapi mengapa masih banyak sarjana yang menganggur ? Berbeda lagi kasusnya, karena yang menyebabkan hal ini terjadi adalah kurangnya pemahaman terhadap dunia kerja sehingga dalam praktiknya tidak membuahkan hasil yang maksimal. Sehingga, pihak yang memperkerjakan tidak puas dan langsung bertindak untuk menggantikannya dengan orang yang lebih bisa dari mereka. Selain itu, keterampilan diri pun kembali menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hal itu terjadi di kalangan sarjana. Dalam hal ini, pelatihan kerja (training) mungkin dapat menjadi alternatif agar semuanya dapat berjalan dengan lancar. Kesimpulannya, pendidikan memang bukan jaminan untuk mendapatkan pekerjaan tetapi pendidikan sangat berpengaruh besar terhadapnya. Dan keterampilan diri itu perlu dimiliki oleh setiap orang supaya dapat menjadi alternatif "usaha" sehingga dapat menunjang kebutuhan hidupnya tanpa harus bekerja pada orang lain. Atau bahkan mereka dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang-orang yang pengangguran. Jika hal ini terjadi, maka lama-kelamaan jumlah pengangguran di Indonesia akan terus berkurang dan lebih hebatnya lagi akan berada di titik 0 %.
Yang Harus Didahulukan antara Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara. Jika sebuah negara hanya mengandalkan pembangunan ekonomi saja tanpa pertumbuhan ekonomi, maka tidak ada proses kenaikan pendapatan nasional di masyarakat. Tidak ada proses kenaikan pendapatan nasional maka pembangunan tidak berjalan atau dapat diartikan tumbuh tanpa membangun.
Sedangkan yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Walaupun suatu negara telah mengalami pertumbuhan ekonomi, belum tentu negara tersebut telah mengalami pembangunan ekonomi. Karena pembangunan ekonomi mencakup hal yang lebih luas dibanding pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi merupakan proses yang bertujuan menaikkan pendapatan perkapita untuk jangka waktu yang panjang dan disertai adanya perubahan struktur ekonomi dan perkembangan IPTEK.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.
Selanjutnyanya pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi. Jadi keduannya saling berkaitan dan sama-sama pentingnya. Dan jika ditanya mana yang harus lebih didahulukan maka jawabannya adalah keduanya harus dilaksanakan secara beriringan dan tidak dapat dipisah.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
1. Sumber Daya Manusia,
2. Sumber Daya Alam,
3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
4. Faktor Budaya,
5. Sumber Daya Modal
2. Sumber Daya Alam,
3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
4. Faktor Budaya,
5. Sumber Daya Modal
Faktor yang Mempengaruhi Pembangunan Ekonomi
1. Sumber Daya Alam
2. Sumber Daya Manusia
3. Sumber Daya Modal
4. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
5. Infrastruktur
2. Sumber Daya Manusia
3. Sumber Daya Modal
4. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
5. Infrastruktur
Pemerataan Pembangunan Lebih Utama daripada Pertumbuhan Ekonomi
Jika pemerataan ingin dijamin lebih baik, sejak awal perlu direncanakan strategi bahwa pemerataan harus menjadi target pembangunan. Jangan sampai, kegiatan pembangunan yang beriorientasi pada pertumbuhan malah membuat pemerataan semakin memburuk sehingga membuat semua pihak panik mencari cara untuk mengatasinya.
Oleh karena itu, agar tidak terlalu banyak membuang-buang energi mengatasi kesenjangan wilayah akibat pembangunan yang terlalu fokus pada pertumbuhan, sebaiknya aspek pemerataan harus menjadi prioritas pembangunan.
Dengan kesenjangan antarwilayah di Indonesia yang bersifat kompleks dan multisektoral, berbagai upaya untuk mengatasinya masih perlu ditingkatkan lagi.
Dari berbagai program pemerintah yang sudah berjalan, terdapat beberapa kemajuan, di antaranya rasio ketimpangan Indonesia yang terus mengalami perbaikan. Selain antarwilayah, ketimpangan juga terjadi antara kawasan perkotaan dan perdesaan. Keduanya memiliki kualitas pelayanan dasar yang tidak merata. Padahal, hal ini sangat krusial bagi produktivitas ekonomi dan kesejahteraan sosial penduduk. Paradoks ini, diprediksi akan semakin lebar pada masa mendatang sehingga menyebabkan ketimpangan wilayah lebih besar.
Ketimpangan wilayah yang terus berlanjut akan memperlemah suatu daerah, akibat dari pengurasan sumber daya oleh daerah yang lebih maju serta berpindahnya penduduk usia produktif dari daerah tertinggal.
Oleh karena itu, agar tidak terlalu banyak membuang-buang energi mengatasi kesenjangan wilayah akibat pembangunan yang terlalu fokus pada pertumbuhan, sebaiknya aspek pemerataan harus menjadi prioritas pembangunan.
Dengan kesenjangan antarwilayah di Indonesia yang bersifat kompleks dan multisektoral, berbagai upaya untuk mengatasinya masih perlu ditingkatkan lagi.
Dari berbagai program pemerintah yang sudah berjalan, terdapat beberapa kemajuan, di antaranya rasio ketimpangan Indonesia yang terus mengalami perbaikan. Selain antarwilayah, ketimpangan juga terjadi antara kawasan perkotaan dan perdesaan. Keduanya memiliki kualitas pelayanan dasar yang tidak merata. Padahal, hal ini sangat krusial bagi produktivitas ekonomi dan kesejahteraan sosial penduduk. Paradoks ini, diprediksi akan semakin lebar pada masa mendatang sehingga menyebabkan ketimpangan wilayah lebih besar.
Ketimpangan wilayah yang terus berlanjut akan memperlemah suatu daerah, akibat dari pengurasan sumber daya oleh daerah yang lebih maju serta berpindahnya penduduk usia produktif dari daerah tertinggal.
Untuk mengatasi ketimpangan wilayah yang terjadi antarwilayah dan intrawilayah, strategi yang dikedepankan mengarah pada pembangunan dengan karakteristik wilayah tertentu, yaitu:
1. Pembangunan wilayah dengan potensi dan daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi, dengan menitikberatkan pada percepatan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan perkotaan metropolitan.
2. Pembangunan wilayah dengan skala ekonomi wilayah dan ekonomi lokal yang potensial, dengan menitikberatkan pada pembangunan pusat kegiatan wilayah atau lokal, kawasan perdesaan, dan kota-kota sedang.
3. Pembangunan wilayah dengan infrastruktur dan pelayanan dasar yang tertinggal, yang menitikberatkan pada pembangunan di daerah tertinggal, kawasan perbatasan, daerah kepulauan, dan kawasan timur Indonesia.
Daftar pustaka
http://www.pengertianku.net/2015/04/pengertian-pertumbuhan-ekonomi-dan-faktornya.html (21 Maret 2019)
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_ekonomi (21 Maret 2019)
http://makalah-artikel-online.blogspot.com/2009/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html?m=1. (21 Maret 2019)
https://brainly.co.id/tugas/328321 (25 Maret 2019)
https://www.kompasiana.com/putrindahsari/54f74f7ea3331191328b4584/kenapa-banyak-pengangguran (25 Maret 2019)
https://www.beritasatu.com/ekonomi/501439/pemerataan-harus-jadi-arus-utama-strategi-pembangunan (25 Maret 2019)